Pages

Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2011

Buah Sirsak Untuk Obat Penyembuh Kanker


Khasiat dan manfaat dari buah yg di Spanyol dikenal dgn nama graviola atau dgn nama Inggris soursop atau sirsak diakui sebagai pembunuh alami sel kanker yg ajaib dgn 10.000 kali lbh kuat dari pada terapi kemo. Beberapa peneliti di Health Sciences Institute mengakui jika buah sirsak memberikan efek anti tumor/kanker yg sangat kuat dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.
Selain menyembuhkan kanker buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri antijamur (fungi) efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing menurunkan tekanan darah tinggi depresi stres dan menormalkan kembali sistem syaraf yg kurang baik. Penelitian Health Sciences Institute diambil berdasarkan kebiasaan hidup suku Indian yg hidup di hutan Amazon. Beberapa bagian dari pohon ini seperti kulit kayu akar daun daging buah dan biji selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian. Graviola atau sirsak diyakini mampu menyembuhkan sakit jantung asma masalah liver (hati) dan rematik.
Sejak 1976 graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yg luar biasa pada uji coba yg dilakukan oleh 20 Laboratorium independen yg berbeda dan dilakukan di bawah pengawasan The National Cancer Institute.
Suatu studi yg dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yg dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yg terkandung di dalam graviola mampu memilih membedakan dan membunuh sel kanker usus besar dgn 10.000 kali lbh kuat dibandingkan dgn adriamycin dan terapi kemo. Penemuan yg paling mencolok dari studi Catholic University ini adalah: graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker sedangkan sel yg sehat tak tersentuh atau terganggu. Graviola tak seperti terapi kemo yg tak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo sehingga timbul efek negatif rasa mual dan rambut rontok.Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif terutama sel kanker: prostat pankreas dan paru-paru.
Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buah ini bisa:
  1. Menyerang sel kanker dgn aman dan efektif secara alami tanpa rasa mual berat badan turun rambut rontok seperti yg terjadi pada terapi kemo.
  2. Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yg mematikan.
  3. Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
  4. Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yg berbeda di antara kanker usus besar payudara prostat paru-paru dan pankreas.
  5. Daya kerja 10.000 kali lbh kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dgn adriamycin dan terapi kemo yg biasa digunakan.
  6. Tidak seperti terapi kemo sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat. Lebih lengkap http://www.inilah.com/berita/gaya-hidup/2009/10/24/172073/as-rahasiakan-obat-kanker-dari-buah-sirsak/

Apakah Pemerintah Belanda Sekarang Telah Mengakui Kemerdekaan Indonesia?


Pengakuan Belanda atas kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945
sesuai dgn proklamasi kemerdekaan Indonesia baru dilakukan pada 16
Agustus 2005 sehari sebelum peringatan 60 tahun proklamasi kemerdekaan
Indonesia oleh Menlu Belanda Bernard Rudolf Bot dalam pidato resmi di
Gedung Deplu. Pada kesempatan itu Pemerintah Indonesia diwakili oleh
Menlu Hassan Wirajuda. Keesokan hari Bot juga menghadiri Upacara
Kenegaraan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Kemerdekaan RI di Istana
Negara Jakarta. Langkah Bot ini mendobrak tabu dan merupakan yang
pertama kali dalam sejarah.
Selama 60 tahun Belanda tak bersedia mengakui kemerdekaan Indonesia
pada tanggal 17 Agustus 1945. Belanda menganggap kemerdekaan Indonesia
baru terjadi pada 27 Desember 1949 yaitu ketika soevereiniteitsoverdracht
(penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam Amsterdam.
Belanda sesalkan siksa Rakyat Indonesia pasca 17-8-1945 akhirnya
mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Belanda pun mengakui
tentara telah melakukan penyiksaan terhadap rakyat Indonesia melalui
agresi militer pasca proklamasi. "Atas nama pemerintah Belanda
saya ingin menyatakan penyesalan sedalam-dalam atas terjadinya
semua ini" begitulah kata Menlu Bernard Bot dalam
pidato resmi kepada pemerintah Indonesia yg diwakili Menlu Hassan
Wirajuda di ruang Nusantara Gedung Deplu Jl Pejambon Jakarta Pusat.
"Fakta ada aksi
militer merupakan kenyataan sangat pahit bagi rakyat Indonesia. Atas
nama pemerintah Belanda saya ingin menyatakan penyesalan
sedalam-dalam atas semua penderitaan ini" kata Menlu
Belanda Bernard Bot kepada wartawan dalam pidato kenegaraan tersebut
hari Selasa 16 Agustus 2005.

KOMPAS, 29 Desember 2002


MUI Larang Ulama dan Ustad Tiup Terompet


Balikpapan, Kompas - Menjelang perayaan Tahun Baru, Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), mengeluarkan
fatwa agar para ulama dan ustad (guru) tidak merayakannya dengan cara
meniup terompet. Alasannya, meniup terompet tidak pernah dicontohkan
pada zaman Nabi, dan juga bukan tradisi Islam.

Sekretaris Umum MUI Balikpapan Muhammad Idris, yang dihubungi pada Sabtu
(28/12) mengatakan, fatwa itu secara implisit juga berarti imbauan moral
bagi para pejabat Muslim agar tidak ikut-ikutan merayakan Tahun Baru
dengan meniup terompet.

Menurut Idris, MUI Balikpapan mengeluarkan fatwa itu karena mempunyai
latar belakang khusus. "Tahun lalu ada ustad yang merayakan Tahun Baru
dengan ikut-ikutan meniup terompet dan fotonya termuat di koran sehingga
banyak umat yang bingung," katanya.

Padahal, menurut Idris, ulama dan ustad adalah teladan bagi umat yang
harus melaksanakan ajaran agama sesuai sunah Rasul. Dengan
dikeluarkannya fatwa itu, diharapkan ulama dan ustad tidak melakukan hal
yang serupa sehingga tidak timbul persepsi dari masyarakat Muslim yang
awam bahwa meniup terompet adalah salah satu cara Islam dalam merayakan
Tahun Baru.

Berdasarkan latar belakang itu, maka MUI Balikpapan melalui Komisi
Penetapan Hukum dan Fatwa yang diketuai KH Mirza Noor Qadhy Banjary,
mengeluarkan larangan bagi ulama dan ustad agar tidak larut dalam
merayakan Tahun Baru dengan meniup terompet. "Larangannya memang hanya
untuk ulama dan ustad, karena mereka adalah pewaris ajaran Nabi. Tapi,
kalau bagi kalangan lain, silakan dipersepsikan sendiri," katanya.

Menurut Mirza, fatwa tahun ini mengulang fatwa pada tahun 1991. Diakui
Mirza, larangan ini baru dikeluarkan MUI Balikpapan, dan belum diikuti
oleh Kalimantan Timur.

Muhammad Idris menegaskan, fatwa itu bukan berarti melarang masyarakat
untuk merayakan Tahun Baru. Menurut dia, silakan saja masyarakat
merayakannya, karena Tahun Baru Masehi itu sudah bersifat nasional.

"Akan tetapi, caranya kalau bagi umat Islam, ya harus yang Islami dan
tidak hura-hura, bukan dengan meniup terompet karena itu bukan simbol
Islam," kata Idris. Dia menambahkan, bagi yang beragama lain juga
silakan merayakan dengan cara agamanya masing-masing, tidak ada tekanan
maupun larangan.

Dengan keluarnya fatwa itu, Idris menggarisbawahi bahwa hubungan antara
umat Islam dengan umat lain haruslah tetap dijaga. Rasulullah ketika di
Madinah mencontohkan kehidupan beragama dengan umat agama lain secara
damai dan saling pengertian. "MUI menekankan agar umat Islam bisa
menjaga toleransi dan kerukunan dengan umat lain," katanya.